A. Indentifikasi Proyek
Identifikasi proyek adalah proses yang
mengidentifikasi orang, kelmpok, atau organisasi yag dapat memberikan dampak
atau yang terkena dampak atas keputusan dan hasil proyek. (avrilliavril, 2015).Lalu melakukan analisis dan dokumentasi informasi yang
relevan terkait kepentingan, keterlibatan, ketergantungan, pengaruh, dampak
potensial terhadap kesuksesan proyek. Output proses ini akan memberikan benefit
kepada tim proyek terutama project manager untuk mengelola para stakeholder
tersebut.,
B. Formulasi Proyek
Artinya perubahan pada suatu keseimbangan awal
dapat mengakibatkan perubahan pada sistem sosial yang akhirnya membawa sistem
yang ada menjauhi keseimbangan awal. Perencanaan sebagai bagian daripada fungsi
manajemen yang bila ditempatkan pada pembangunan daerah akan berperan sebagai
arahan bagi proses pembangunan berjalan menuju tujuan di samping itu menjadi
tolok ukur keberhasilan proses pembangunan yang dilaksanakan. (nugrahvianti,
2013) formulasi strategi yang disarankan dirancang untuk mempertinggi
kesempatan hidup dan sukses sebuah usaha kecil: Objektif, Membuat sederhana dan
terfokus, Fokus pada pasar yang menguntungkan, Mengembangkan rencana pemasaran,
Memanajemen tenaga kerja secara efektif, Membuat catatan keuanganyang jelas, Tidak
pernah menghambur-hamburkankas.(budisuanda,2013)Memformulasikan strategi
Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna
mencapai tujuan perusahaan. (hajati, 2012)
C. Mind Mapping
Mind Map adalah sebuah metode untuk mengelola
informasi secara menyeluruh. Secara lengkap Mind Map dapat digunakan untuk:
•
menyimpan informasi
•
mengorganisasikan informasi
•
membuat prioritas
•
belajar memahami informasi dalam konteksnya
•
melakukan review atas sebuah materi pembelajaran
•
mengingat informasi secara lengkap
Agar dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas maka
informasi dalam Mind Map disajikan dengan cara menggabungkan kata dan gambar.
Kata yang dipilih merupakan kata kunci (keyword) yang dapat memberikan efek
stimulasi baik dalam logika berpikir maupun secara emosional. Sedangkan gambar
yang dipilih disesuaikan dengan asosiasi terhadap kata kunci sehingga berfungsi
mengaktifkan kelima indra dan kreativitas. Lewat penggunaan gambar, informasi
yang dicatat seolah-olah bisa didengarkan, disentuh, dirasakan, dicium dan
dilihat.
PERAN KEPEMIMPINAN
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam suatu organisasi selalu
melibatkan beberapa orang yang saling berinteraksi secara intensif. Interaksi
tersebut disusun dalam suatu struktur yang dapat membantu dalam usaha
pencapaian tujuan bersama. Agar pelaksanaan kerja dalam organisasi dapat
berjalan sebagaimana mestinya maka dibutuhkan sumber seperti perlengkapan,
metode kerja, bahan baku, dan lain-lain. Usaha untuk mengatur dan mengarahkan
sumber daya ini disebut dengan manajemen. Sedangkan inti dari manajemen adalah
kepemimpinan (leadership) ( Siagian, 1980)
Upaya
membangun keefektifan pemimpin terletak semata pada pembekalan dimensi keterampilan
teknis dan keterampilan konseptual. Adapunketerampilan personal menjadi terpinggirkan.
Padahal sejatinya efektifitas kegiatan manajerial dan pengaruhnya pada kinerja organisasi,
sangat bergantung pada kepekaan pimpinan untuk menggunakan keterampilan personalnya.
Keterampilan personal
tersebut meliputi kemampuan untuk memahami perilaku individu dan perilaku kelompok
dalam kontribusinya membentuk dinamika organisasi, kemampuan melakukan modifikasi
perilaku, kemampuan memahami dan memberi motivasi, kemampuan memahami proses
persepsi dan pembentukan komunikasi yang efektif, kemampuan memahami relasi antar
konsep kepemimpinan – kekuasaan – politik dalam organisasi, kemampuan memahami genealogi
konflik dan negosiasinya, serta kemampuan mengkonstruksikan budaya organisasi
yang ideal.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Peran Kepemimpinan
Sebelum
membahas tentang pembagian peran kepemimpinan terlebih dahulu kita akan
memaparkan tentang pengertian peran kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan
adalah adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang
diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.Dalam pengertian lain kepemimpinan
adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai
pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya, untuk
berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif
ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan
organisasi.
Sedangkan
pengertian peran adalah perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang
dalam posisi tertentu.Jadi dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa
peranan kepemimpinan adalah seperangkat perilaku yang diharapkan dilakukan oleh
seseorang sesuai kedudukannya sebagai seorang pemimpin.
B. Hakekat
Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah
tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaitan dengan fungsi manajemen..Misalnya,
saat manajer merencanakan, mengelola, mengontrol, mereka membuat keputusan. Akan
tetapi, ahli teori klasik tidak menjelaskan pengambilan keputusan
tersebut secara umum. Pelopor teori manajemen seperti Fayol dan Urwick membahas
pengambilan keputusan mengenai pengaruhnya pada delegasi dan otoritas,
sementara bapak manajemen - Frederick W.
Taylor - hanya menyinggung metode ilmiah sebagai pendekatan
untuk pengambilan keputusan. Seperti kebanyakan aspek teori organisasi modern,
analisis awal pengambilan keputusan dapat ditelusuri pada Chester Barnard. Dalam
The Functions of the Exec Barnard
memberikan analisis komprehensif mengenai pengambilan keputusan menyatakan
"Proses keputusan ... merupakan teknik untuk mempersempit pilihan."
Kebanyakan
pembahasan proses pengambilan keputusan terbagi dalam beberapa langkah. Hal ini
dapat ditelusuri dari ide yang dikembangkan Herbert A. Simon, ahli teori kepufusan
dan organisasi yang memenangkan hadiah Nobel, yang mengonseptualisasikan tiga tahap
utama dalam proses pengambilan keputusan:
1.
Aktivitasinteligensi.
Berasal dari pengertian militer
"intelligence," Simon mendeskripsikan tahap awal ini sebagai penelusuran
kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan.
2.
Aktivitasdesain.
Selama tahap kedua, mungkin terjadi tindakan
penemuan, pengembangan, dan analisis masalah.
3.
Aktivitasmemilih.
Tahap ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan
sebenarnya – memilih tindakan tertentu dari yang tersedia
C. Peran
kepemimpinan dalam pengambilan keputusan
Kepemimpinan
seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar perannya dalam setiap
pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab
terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin. Sehingga jika seorang
pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi
pemimpin.
Dilain hal,
pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku mencerminkan karakter bagi
seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang
diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya. Melainkan
melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan
merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:
1) Teori
keputusan meupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi
yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat
perspektif daripada deskriptif
2) Pengambilan
keputusan adalah proses mental dimana seorang manajer memperoleh dan
menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya.
3) Pengambilan
keputusan adalah proses memlih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk
mengatasi masalah.
Dalam pelaksanaannya, pengambilan keputusan dapat
dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses dan gaya pengambilan keputusan.
Ø
Proses pengambilan keputusan
Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan seperti:
·
Identifikasi masalah
·
Mendefinisikan masalah
·
Memformulasikan dan mengembangkan alternative
·
Implementasi keputusan
·
Evaluasi keputusan
Ø
Gaya pengambilan keputusan
Selain proses pengambilan keputusan, terdapat juga
gaya pengambilan keputusan. Gaya adalah lear habit atau kebiasaan yang
dipelajari.
Gaya pengambilan keputusan merupakan kuadran yang
dibatasi oleh dimensi:
·
Cara berpikir
·
Toleransi terhadap ambiguitas
Pengambilan
keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab
itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan
ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan
keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan,
komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
Dalam setiap
pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya dari :
a)
Perasaan, firasat atau intuisi
b)
Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi
fakta-fakta secara rasional – sistematis.
c)
Pengalaman baik yang langusng maupun tidak langsung.
d)
Wewenang formal yang dimiliki oleh pengambil
keputusan.
Dalam
pengambilan keputusan seorang pemimpin dapat menggunakan metode – metode
sebagai berikut :
a)
Keputusan – keputusan yang sifatnya sederhana
individual artinya secara sendirian.
b)
Keputusan – keputusan yang sifatnya seragam dan
diberikan secara terus menerus dapat diserahkan kepada orang – orang yang
terlatih khusus untuk itu atau dilakukan dengan menggunakan komputer.
c)
Keputusan – keputusan yang bersifat rumit dan kompleks
dalam arti menjadi tanggung jawab masyarkat lebih baik diambil secara kelompok
atau majelis.
d)
Keputusan – keputusan yang bersifat rumit dan kompleks
sebab masalahnya menyangkut perhitungan – perhitungan secara teknis agae
diambil dengan bantuan seorang ahli dalam bidang yang akan diambil
keputusannya.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengambilan keputusan adalah
tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaitan dengan fungsi manajemen.Menurut Herbert A. Simon, ahli teori keputusan
dan organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses, pengambilan
keputusan: (l)
Aktivitas inteligens, (2) Aktivitas desain, (3) Aktivitas memilih. Tahap
ketiga dan terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya-memilih tindakan tertentu dari
yang tersedia. Sedangkan Mintzberg dan koleganya mengemukakan tentang
langkah-langkah pengambilan keputusan, yaitu: (1) Tahap identifikasi (2) Tahap pengembangan,
dan (3)Tahap seleksi.
Pemimpin adalah seseorang yang melaksanakan beberapa hal yang benar atau
sering disebut “people who do the right thing”. Sementara manajer adalah
seseorang yang harus melaksanakan sesuatu secara benar atau disebut “people who
do things right”. Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar
perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan
mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin.
Sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia
tidak dapat menjadi pemimpin.
Salah satu peran kepemimpinan yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin
adalah peran membangkitkan semangat kerja. Peran ini dapat dijalankan dengan
cara memberikan pujian dan dukungan. Pujian dapat diberikan dalam bentuk
penghargaan dan insentif.Sebagai sumber inspirasi, seorang pemimpin tidak hanya
menunjukkan dalam kata dan ucapan saja, melainkan juga tindakan dan perilaku
sehari-hari. Orang berharap seorang pemimpin yang menunjukkan optimisme, segar,
antusias, energik, dan berpikir positif pada masa depan. Kepemimpinan yang
inspiratif memberikan banyak orang kemampuan untuk menggali makna dan menemukan
tujuan hidup.
B. Saran
Hendaknya
pembaca jika menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi dapat mengambil keputusan
yang tepat dan menerapkan gaya kepmimpinan sesuai dengan situasi dengan berbagai
pertimbangan yang telah diperhitungkan secara matang.
DAFTAR
PUSTAKA
Pudjo
Sumedi,(2010). Organisasi dan Kepemimpinan, Jakarta, Uhamka Press
Ardana,
Komang, dkk. 2008. PerilakuKeorganisasian.
Yogyakarta: GrahaIlmu
Rivai,
Veithzal, 2007. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Kamal,
“Kepemimpinan dalam Organisasi,” dalam http://nda-kamal.blogspot.com/html.
(21 Nopember 2009)
Roman,
“Peran Kepemimpinan dalam Pengambilan Putusan,” dalam http://one.indoskripsi.com. (21
Nopember 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar